Postingan

MAKANAN dan Peradaban Manusia

Gambar
Pagi ini, saya baru saja menghabiskan film " Aruna dan Lidahnya ". Sebuah tontonan menarik di penghujung pekan, memanjakan mata dengan beragam racik kuliner dari beberapa kota Nusantara. Tapi saya di sini bukan sedang hendak me- review film tersebut. Itu nanti bisa kita obrolkan santai bersama secangkir kopi dan teh jika bersua bersama. Bakal lebih asyik dibanding menyimak ulasan dalam tulisan, ya kan? Hehe... Bicara tentang makanan, saya menelusuri banyak gagasan. Bahwa ternyata perihal makanan, rupa-rupanya memang menyimpan khazanah yang begitu luas. Setiap cita rasa, mewakili beragam sudut pengetahuan yang pernah dimiliki umat manusia. Dari Sabang sampai Merauke, dari ujung selatan Afrika hingga penghujung utara tanah Rusia, semua punya resepnya masing-masing. Meski berbeda rupa dan nama, sekali disajikan, tetap saja menggoda sensasi kelezatan di lidah. Itulah makanan, dengan ke-universal-an pesonanya. Makanan sendiri merupakan bukti dari proses adaptasi peradaban manusia...

Jurnal Syukur : Preambule

Gambar
[Source : Here ] Suatu ketika, waktu bertanya kepadaku, bagaimanakah engkau akan mengingatnya nanti kala kenangan telah memudar dan usia genap habis berpendar? Aku sejenak berpikir. Lalu disinilah kata-kata kemudian berkumpul dan berserak rapi. Agar pertemuan yang sempat terjadi tak lantas hilang bersama angan ingatan. Tentang kita, aku lalu engkau. Jurnal Syukur ini ada dan tertulis bersamaku, dengan harapan agar kita yang bertemu baik-baik, semoga jua dapat berpisah dengan sama baiknya. Meski takdir boleh jadi belum tersingkap sepenuhnya, namun inginku hanya sekedar jangan sampai ada sembab yang terjerambab dalam jeda singkat di antara kita. Kata seorang kawan, coba syukuri seluruh laksa perjalanan yang telah terjadi, semoga ada kedamaian dan penerimaan di dalamnya. Baiklah, dan karena itulah jurnal ini ada di hadapan engkau kini. Sebagai salah satu noktah penghujung ikhtiar, dari perjalanan seorang pengembara ketika memperjuangkan rasa yang sempat menghampiri.  Sebab sejauh apap...

Patah-Hati

Gambar
[Source : Here ] Patah hati itu, yo , sedikit banyak memang menyakitkan, boi. Namanya juga "patah", yang bila merujuk KBBI diartikan sebagai (1) putus tentang barang yang keras atau kaku, biasanya tidak sampai bercerai atau lepas sama sekali; atau (2) terhenti, tidak dapat berlanjut lagi.  "Patah Hati" sendiri disitu diartikan lebih lanjut sebagai (1) hilang keberanian; (2) hilang kemauan, tidak mau berusaha lagi; atau (3) kecewa karena putus percintaan, kecewa karena harapannya gagal. Makanya patah hati itu dimana-mana bawaannya selalu lesu dan tak bertenaga. Ada kecewa yang bersemai di rongga hati yang kosong sebahagian. Itu wajar. Tapi, boi, tentang kata "patah", angan ingin kita tak boleh selamanya tentang pesimis dan putus asa.  Tentang "patah" , kita juga sebaiknya mengingat dengan baik satu pribahasa yang telah sering kita dengar : " patah tumbuh hilang berganti " , bahwa segala sesuatu yang hilang selalu akan ada penggantinya. I...

Memaknai Perjalanan

Gambar
[Source : Here ] Pernah tidur di atas dek kapal? Saya pernah. Di atas kapal yang sedang melaju membelah ombak menuju Pulau Madura, saya tertidur begitu nyenyak selama beberapa saat. Terbuai bersama angin laut yang begitu sejuk, dan keindahan malam berbintang di angkasa awan, meski terkadang tercium bau mesin kapal, tapi amboi tetap saja, itu salah satu malam terbaik yang pernah saya miliki.  Pernah tidur di dalam gua di atas puncak gunung tanpa selimut? Rasanya dingin begitu menggigil. Di ketinggian Lawu, saya dipaksa tidur dengan sekedar sarung dan pakaian di badan. Angin bertiup kencang menusuk hingga sembilu, membuat tidur kami tak terasa nyenyak sama sekali hingga mentari terbit di ketinggian pagi. Pernah tidur di depan air terjun? Asyik bangeeet. Di Curug Sodong, Sukabumi ada 3 tingkat air terjun. Setelah perjalanan yang lumayan ekstrem, kami berhasil mencapai tingkat paling atas. Disitulah kemudian saya asyik merebahkan badan, sambil menghadap air terjun yang menumpahkan air ...

Kado

Gambar
[Source : Here ] Apa kado terindah untuk seorang kekasih? Doa. Karena sekalipun kita berjauh dan tak berjodoh, dalam doa, setidaknya 2 nama kita dapat bersama dalam satu penghujung kalimat kebaikan : untuk bahagia. Selamat Melanglang, Semoga Panjang Umur, Kekasih. ------------ Ibukota Lama, 13 Juni 2020 Kepada Angin

Tentang Kata-Kata

Gambar
[Source : Here ] Kata-kata adalah kekuatan.  Di tanah rantau Maninjau, saya berkenalan dengan salah seorang Gurunda, yang ketika beliau mempunyai anak pertama, sedari kecil sudah ditimang-timang sembari berucap, " Ini besok kalau udah gede masuk Gontor ya..... " Ajaib. Ketika masa usia bersekolah tiba, anak tersebut tenyata dinyatakan lulus diterima di Pondok Pesantren Gontor Putri 1, ribuan kilometer jauhnya. Kata-kata adalah kekuatan. Coba tebak, mengapa seorang penyair Chairil Anwar, tetap semerbak harum namanya bahkan hingga hari ini? Karena dia mampu memberikan nyala kekuatan untuk sebuah bahasa baru, -bahasa Indonesia-, yang ketika itu baru berusia seumur jagung. Dengan kosakata yang masih serba terbatas, dia mampu berceracau menggugah semangat serta kesadaran para pembaca. Mewarnai revolusi perjuangan sebangsa setanah air, dan pada puncaknya, membantu memperkaya khazanah kebahasaan bahasa Indonesia itu sendiri. Kata-kata adalah kekuatan. Bahkan doa-doa yang sedari dulu...

KEPING KEDUA PULUH SEMBILAN : Dusta yang Tak Disengaja

Gambar
Tentang menjaga kuantitas beserta kualitas ucapan, mari kita belajar menyeksamai hadis berikut. Dari Hafsh bin 'Ashim, bahwasanya suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,  كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ "Cukuplah seseorang (dikatakan) berdusta, (jika) ia menyampaikan setiap apa yang ia dengar." [HR. Muslim no.6] Tentu menjadi sebuah pertanyan bagi kita, bagaimanakah kiranya kita dianggap berdusta, sedang kita sama sekali tidak meniatkannya hal tersebut? Kebetulan mungkin ada di antara kita yang ceriwis, suka bercoleteh, dan rasanya ada kelu di lidah jika sejenak berhenti berbicara. Jadilah dia kemana-mana selalu mengambil inisiatif sebagai tukang bercerita, menyampaikan segala apapun yang dia dengar dan ketahui di hari tersebut. Dia sama sekali tak ada niatan berbohong, hanya sekedar berbagi pengetahuan informasi kepada orang-orang di sekitarnya. Ah, masakan yang seperti itu akan dianggap sebagai pendusta? Tentang in...