Postingan

Menampilkan postingan dengan label #CatatanGuruRantau

Menyesap Kopi dan Menatap Hujan

Gambar
Photo by Ian Keefe on Unsplash Ketika hujan turun, kita bergegas lari mencari tempat teduh. Namun anak-anak kecil justru tergesa menyongsong air yang tumpah ruah dari langit. Mereka menari bahkan berlari, seakan hujan adalah berkah yang datang satu dasawarsa sekali. Melihat itu, seringkali sebagian dari diri kita ikut memberontak. Hasrat alami akan masa kanak yang telah terlewat, serta keinginan untuk sekali lagi menyesap kesenangan yang tiada duanya tersebut. Di momen itu, kita berhadap-hadapan dengan panggilan yang  pernah menghiasi diri kita. Godaan berjudul :  “Aku ingin hujan-hujanan.” Bagi dunia kita hari ini, bersikap kanak-kanak sesudah masa pubertas adalah sebuah aib. Dewasa adalah dewasa. Masa kanak serta remaja merupakan sesuatu yang telah lama berlalu. Kita dituntut membuang sikap ‘anak-anak’ dalam diri kita. Maka indikasi paling jitu adalah saat kita melihat anak-anak bermain dengan bebasnya, namun kita merasa gengsi untuk ikutan, menganggap kita ‘bukan level-nya...

CATATAN GURU RANTAU: Tentang Visi-Misi

Gambar
----------------- Sebagai pengajar, membiasakan anak-anak untuk bervisi-misi besar adalah suatu keharusan. Di Kampung 2 Menara, tempat kami belajar semasa Aliyah, Kyai kami setiap kali mengisi materi sebakda sholat, selalu berujung menenankan kami untuk terus berkarya, menebar manfaat, maju menyebar ke seluruh dunia. Kalimat yang paling sering beliau ulang ketika itu kurang lebih seperti ini, " Alumni Kampung 2 Menara harus menyebar ke seluruh dunia. Belajar ke Timur Tengah. Dakwah di Eropa. Berjalan ke Amerika. Kembangkan sayap disana. Kalau perlu, sekalian nikah dengan orang sana. Kampung 2 Menara untuk 5 Benua. "  Itu luar biasa.  Mengapa Laskar Pelangi bisa sampai booming ke seantero negeri? Karena mereka menjual mimpi-mimpi kehidupan. Bahwa sepelik apapun kehidupan di pelosok Nusantara, anak-anak disana tetap berhak menatap langit menggantungkan mimpi-mimpi mereka di ujung angkasa. Itu yang dirindukan generasi negeri kita hari ini. Mereka yang sedari dini terbiasa hidup ...

CATATAN GURU RANTAU : Cerita Tentang Bocoran Soal UN

Gambar
Ah, tentang UN saya jadi teringat dengan cerita kami dahulu. Waktu itu jadwal pelajaran Fisika. Kami keluar dari ruangan dengan wajah gontai bak prajurit pulang dari medan perang tanpa tidur 3 hari 3 malam. Maklum, soal-soal hari itu memang benar-benar luar bi(n)asa buat kapasitas otak kepala kami. Hehehehe.... Ketika kami bertemu dengan guru fisika kami untuk membahas beberapa soal yang membingungkan tadi, tiba-tiba beliau nyeletuk kalau sebenernya tadi malam beliau sudah mendapatkan bocoran soal yang sama PERSIS dengan soal yang diujikan hari ini. Sama persis, boi. Hanya urutan nomor soal yang mungkin ditukar sana-sini demi memenuhi kuota variasi paket soal. Sebenernya malam itu beliau memang berniat untuk menginap di asrama guna membantu kami dalam persiapan ujian. Namun karena rumah beliau memang cukup jauh, apalagi cuaca juga tidak terlalu mendukung, plus beliau mengira bocoran soal itu tadi hanya hoax semata, dan hape beliau pun saat itu juga sedang lowbat, maka jadilah...

CATATAN GURU RANTAU : Antara Mimpi, Teko, dan Qurrota 'Ayun

Gambar
Source : Here Mimpi-mimpi itu boleh selintas terdengar biasa. Namun ketika diucapkan dengan kesungguhan setulus hati, dalam momentum yang benar-benar mengena di jiwa, maka sungguh, hasilnya akan terasa begitu berbeda. Satu malam, di hadapan anak-anak peserta TPA kami, saya iseng bertanya seperti ini : " Eh, besok kan Hari Jum'at. Ada satu waktu khusus dimana Allah akan mengabulkan segenap doa kita. Kalau kalian berhasil mendapatkannya, doa apa yang kiranya bakal kalian panjatkan? " Ehe.  Satu dua menjawab dengan jawaban yang umum. Ingin membahagiakan orang tua. Ingin menjadi orang sukses. Ingin masuk surga. Beberapa yang lain, sambil nyengir, berharap agar kiranya diberi kemudahan dalam melewati beragam tantangan di dunia, seperti ujian sekolah, ulangan harian, hingga aneka tes seleksi. Tapi ada 1 anak yang berhasil membuat saya takjub. Usia 8 tahun. Dengan suara kecilnya dia menjawab, ' Saya ingin kalo nanti meninggal kayak gini, tadz... ' , seraya ...

CATAN GURU RANTAU : Tentang Sedekah Terbaik

Gambar
[Source : Here ] Sedekah terbaik, adalah sedekah tulus tanpa mengharap pamrih balasan yang dinanti. Sedekah paling mulia, adalah sedekah yang menjaga iffah (kehormatan) dari yang diberi, alpa tuk mengungkit, biarkan berlalu seakan tak pernah terjadi. Sedekah paling hebat, adakah sedekah yang jauh dari kata umpat, lemah-lembut, agar tak tercungkil rasa sombong di dada yang memberi, juga agar tak tertimbul rasa malu pada yang diberi. Sedekah paling bernilai, adalah sedekah yang lajunya tetap diseriusi, meski kantong di saku sudah lama tak penuh terisi. Tak pernah meminta kembali, meski hidup terlanjur pilu. Sedekah paling bersinar, adalah sedekah di waktu paling gelap, mengendap-endap, bergegas dengan cepat, takut kentara manusia yang sedang terlelap. Karena sedekah, hakikatnya bukan sekedar tentang memberi. Namun tentang adab yang mengiringi di awalan maupun di akhiran. Bagaimana kita mendahului sedekah kita dengan niatan lurus tak berharap balasan, mengawalnya ...

CATATAN GURU RANTAU : Tak Akan Tertukar

Gambar
[Source : Here ] Tidak akan pernah tertukar pahala kita dengan pahala orang lain di sisi Allah. Mau kita jadi direktur di pesantren terbesar sekalipun, atau hanya guru TPA di satu desa di pulau paling pelosok sekalipun, tetap tidak akan pernah tertukar atau terselip sekalipun pahala-pahala kita di sisi Allah. Mau yang kita ajari mengaji adalah presiden dan keluarganya, atau 'hanya' sekedar anak-anak jalanan di kolong jembatan, tetap Allah Maha Tahu dan Maha Melihat dengan seluruh amal kebaikan kita. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik. Jangan sampai jabatan, harta duniawi, atau pandangan masyarakat menjadi jeruji yang akan menghalang-halangi kita dari beragam amal kebaikan. Karena tak akan pernah tertukar di sisi Allah pahala bani Adam. Sama halnya tak akan tertukar jatah rezeki mereka, dengan siapa mereka berjodoh, dan kapan kematian akan menyapa mereka. Jangan pernah ragu! Pilihan ada di tangan Anda! Berubah atau tergilas oleh zaman!

Catatan Guru Rantau : Tentang Teruslah Berusaha

Gambar
[Source : Here ] Jangan pernah ragu untuk menebar kebajikan. Karena kita tidak pernah tahu kapan kebaikan itu akan tumbuh subur menebar manfaat bagi yang menerimanya. Betapa saya kembali teringat dengan seluruh nasehat emas Gurunda-Gurunda kami selama berada di Aliyah Kampung 2 Menara, dan betapa saya kembali tersadar bahwa hari ini boleh jadi seluruh nasehat mereka telah menjadi kebenaran di tanah rantau ini. Maka saya pun kembali teringat dengan salah satu dawuh dari Almarhum K.H Maimoen Zubair, ketika suatu ketika beliau berkata : " Mengajar santri itu jangan disertai harapan agar mereka jadi cerdas  atau pintar. Karena ketika itu tidak tercapai, keikhlasan kita akan berkurang dan hilang. " Ah, memang benar rupanya. Mengajar itu hakikatnya adalah tentang keikhlasan untuk bersabar. Ibarat menanam pohon, boleh jadi yang menuai buahnya bukan diri kita sendiri melainkan anak cucu kita kelak. Maka mengajar adalah sebenarnya tak lebih dari itu jua, karena boleh jadi ...

Ragu Berpulang (Edisi Narasi)

Gambar
[Source : Here ] Di saat gemuruh badai bernama keraguan itu datang, dan cinta, cita, serta jua terang tak kunjung lekas berderas datang, maka ingat-ingatlah perihal tujuan mengapa kamu harus berjuang, kenang dan ingat-ingatlah seluruh derita serta nestapa dalam pelbagai cerita yang telah membuat kamu menangis berlinang, pegang dan ingat-ingatlah prinsip demi prinsip, pemahaman demi pemahaman, bajik dan bijak, yang sekian lama telah termaktub lagi terhayati dalam hati kalian nan terpancang. Ingatlah, anak-anakku. Saat hati justru bertambah gersang, pandangan kian memburam, dan perlahan jalan di hadapan serasa makin berbayang, ingat-ingatlahlah dengan khittoh, pokok-pokok pedoman dari jalan yang telah kalian tapaki selama ini. Jalan dakwah Para 'Anbiya. Jalan juang Para Syuhada. Jalan ukhuwah Para Shiddiqin. Jalan panjang nan berliku milik setiap Sholihin serta Sholihat, dimanapun mereka berada. Ingatlah selalu, maka niscaya sejauh apapun kalian berpaling, sedalam apap...

Sebaik Guru untuk Anak

Gambar
[Source: Here ] Setidaknya, jadilah guru yang baik untuk anak-anak kita kelak. Jadilah orang yang pertama kali mengajari mereka gerak serta bacaan sholat. Jadilah orang yang pertama kali mengajak juga membiasakan mereka menuju surau. Jadilah orang yang pertama kali mengajari mereka baca tulis Al Qur'an, Jadilah orang yang pertama kali mengajari mereka untuk bermanfaat terhadap sesama, peduli terhadap sekitar, peka terhadap sesiapa yang membutuhkan. Agar moga-moga kelak, ketika jasad ini telah terbaring bujur di pelukan sang kubur,  masih ada anak-anak yang terus menghujamkan doanya untuk kita ke atas langit. Agar moga-moga ketika pahala kita telah habis bersebab habisnya usia, masih ada amalan sholih anak-anak kita yang terus mengalir sebagai tabungan amal jariyah. Agar moga-moga ketika kita telah terjerembab jatuh setapak menuju dalamnya api neraka, masih ada uluran tangan dari anak-anak kita yang sholih nan sholihat di atas dunia. [Source: Here ] Harta apakah ya...

CATATAN GURU RANTAU : Tentang Arti Bangga untuk Orang Tua Kita

Gambar
[Source: Here ] o-●-o-●-o-●-o-● Suatu malam, di salah satu warung tenda di pinggir stasiun Solo Balapan, saya asyik menemani salah seorang wali santri kami yang sedang bersiap kembali ke kota asalnya.  Bersama secangkir hangat minuman teh yang saya seruput dan sepiring nasi pecel yang beliau nikmati, mengalirlah obrolan ringan di antara kami berdua. Hingga perlahan, percakapan kami tersebut tiba di bagian yang amat menarik, –terutama bagi saya pribadi. “Saya itu bangga sekali dengan anak saya, pak Ustadz...” tutur beliau mengawali. Ah ya, sudah 2 tahun terakhir anak beliau dipondokkan di sekolah kami. “ Pripun niku, nggih Pak ? Ceritanya gimana itu, Pak?” sambut saya antusias. Maklum, jika sudah begini, biasanya akan ada satu cerita spesial tentang kesan para orang tua sebakda anaknya masuk dunia pesantren.  “Gini lho, tadz. Ramadhan kemarin, pernah suatu ketika anak saya diminta mengimami sholat malam di masjid dekat rumah. Ba’da sholat Isya, ta’mir...

CATATAN GURU RANTAU : Tentang Mendidik dan Mengajar

Gambar
Tidak semua orang dapat berkesempatan menjadi pengajar. Tetapi, semua yang berkompeten, bisa menjadi pendidik yang baik dimanapun ia berada. Di tempat-tempat pengabdian dimana saya sempat singgah sejenak, terutama di tanah rantau Maninjau dan di kampus pinggir kota Solo, saya belajar banyak hal tentang perbedaan keduanya. Bahwa mendidik bukan sekedar berdiri di depan kelas, lalu berkata beberapa patah kata di hadapan para murid, dan kemudian bergegas undur diri setelah memberi setumpuk tugas. Bahwa mendidik bukan sekedar menyampaikan beberapa materi pelajaran, menjelaskan mana yang dirasa sulit dimengerti, dan kemudian mengadakan ulangan mendadak di akhir pekan berikutnya. Bahwa mendidik bukan sekedar menjadi guru atau kepala sekolah, dimana kesehariannya berjibaku dalam menggodok kurikulum sembari terus mengevaluasi mana yang sekiranya masih kurang maksimal. Di tempat-tempat tersebut saya belajar memahami bahwa mendidik merupakan sebuah perjalanan proses maha panjang. Mencakup d...