CERBUNG : Mimpi di Ujung Meja Hijau (Bagian 3)

[Source : Here ] --------------------- “Kenapa kamu begitu terobsesi dengan impian konyolmu itu?” tanyamu setelah aku menjawab pertanyaan yang selalu menjadi awal pembicaraan kami tiap kali bertemu. “Kenapa pula kamu mengatakan impianku itu konyol? Bukankah itu sesuatu yang didamba-dambakan oleh masyarakat negeri ini?”, jawabku sok ilmiah. Aku benar-benar heran, ini pertama kalinya kamu mengatakan impianku itu konyol. Dan ini pertama kalinya pula kamu mencoba berbincang-bincang jauh lebih mendalm tentang mimpiku itu. Dalam perjumpaan sebelum-belummya, kita pasti sudah berganti topik sebelum sempat membicarakan hal itu. Film dan novel rasanya jauh lebih asyik untuk dibahas olehmu daripada repot-repot membicarakan impianku itu. “Memang mulia bagi mayoritas rakyat kecil di negeri ini. Tapi itu terlihat amat konyol untuk orang-orang berpengaruh di negeri ini. Mereka pasti tertawa terbahak-bahak saat mendengar impianmu itu.”, katamu diiringi dengan seny...